Isnin, 25 April 2011

Metamorfosis Cinta: Kerana Mulut Badan Binasa

KERANA MULUT BADAN BINASA.

Orang yang banyak sekali bicaranya, pasti akan sesekali tergelincir lidahnya dalam mengungkapkan kata,
maka berhati-hatilah saat berbicara,
boleh jadi bicara itu mengundang dosa, atau menempah pahala.
boleh jadi kata itu menimbul duka, atau merimbun suka.
boleh jadi bait itu mengungkap yang dusta, atau mempertahankan hak semata.

" hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar," surah Al-Ahzab ayat 70.

Wallahua'lam.

Kualiti seseorang boleh dilihat dari kemampuan menjaga lidahnya. Sebaik-baik perkataan adalah perkataan yang sanggup mengatakan kebenaran dan ketika rasulullah ditanyai tentang akhlaknya, lalu dijawab akhlak baginda adalah Al-Quran. Rasul termasuk orang yang jarang berbicara tetapi sekali berbicara boleh dipastikan kebenarannya.

Orang yang berkualiti tinggi dalam berbicara iaitu syarat dengan hikmah, idea, gagasan solusi, ilmu dan zikir. Jadi manfaatnya boleh dirasakan oleh dirinya dan orang yang diajak berbicara.
Orang yang biasa-biasa saja dalm berbicara, dia sibuk menceritakan peristiwa-peristiwa. Kita tidak dilarang menceritakan peristiwa-peristiwa tapi harus ada manfaatnya.

Orang yang rendahan dalam berbicara selalu mengeluh , mencela dan menghina. Orang yang dangkal dalam berbicara, orang tersebut sibuk menyebutkan tentang dirinya dan juga jasanya. Air gelas yang kosong mahunya diisi terus , orang yang kosong dari harga diri mahunya dihargai.

Menceritakan keburukan orang lain atau ghibah merupakan dosa besar dan tidak diampuni, sebelum dihalalkan atau dimaafkan oleh orang yang dibicarakan. Dan bila orang yang dibicarakan sudah meninggal ,kita harus taubat dan tidak mengulanginya lagi dan doakan kebaikan buat orang tersebut dan juga bicarakan tentang kebaikannya.
Kita tidak boleh memaksakan orang lain sesuai dengan keinginan kita, tapi kita boleh memaksakan diri kita untuk melakukan yang terbaik dan menerima sikap orang lain. Kita jangan menghina, merendahkan dan meremehkan orang yang suka berbicara yang tidak baik kepada kita.

Mudah-mudahan kita memiliki keterampilan yang lebih tinggi lagi untuk menjaga lisan kita, makin banyak bicara, makin banyak peluang untuk tergelincir lidah kita dan akan menjadi dosa , juga kehormatan kita akan runtuh.